And The Winner Is...



Yes sesuai janji Yuki di Minggu kemarin, Yuki umumkan siapa pemenang Yuki’s Birthday Challange. Hm...Siapa ya? Siapa hayo?

Cukup sulit memang memilih komen yang nyeleneh bisa yang unik bisa yang bagus bisa atau setidaknya yang bikin hati Yuki jatuh cinta sama komenannya (bukan sama orangnya lho ya). Semula ada 5 orang yang Yuki pilih dari semua komen di Cerbung Yuki yang ada. Akhirnya terpilihlah dua orang yang berhak mendapatkan buku gratis dari Yuki (free ongkir juga ya). Siapakah kedua orang ini? Eng Ing Eng.....



Yes selamat buat yang namanya Ghamal Wahab dan Bang Tax. Jadi silahkan kalian kirim alamat lengkap kalian beserta no hp dan kode pos ya ke email Yuki di : yuki.wolverine@gmail.com.

Yuki akan kirimkan bukunya melalui pos ya. Nah sebenernya challange masih berlanjut buat keduanya yang setelah menerima bukunya dan membaca bukunya. Silahkan buat ulasan mengenai buku Yuki di blog kalian dan jangan lupa kirimkan alamat blog kalian yang berisi postingan tersebut melalui email cantumkan subjeknya : ulasan buku Letter Four Seasons. Sst... ulasan terbaik akan mendapatkan hadiah lagi lho pulsa Rp. 50.000

Ihiir....Yuki tunggu email kalian yak. Nggak sabar buat kirim bukunya. Oh ya setelah ini ada postingan mengenai side story bagian dari KKN Series. Eits tapi nggak malam ini. Sabar ya tunggu besok...

KKN Series : The Last Ceremony

Ini adalah cerbung dalam rangka Birthday Challange Yuki jadi silahkan dinikmati cerbungnya. Oh ya ada hadiah 2 buah buku karya Yuki buat komen terbaik ya. Pengumuman pemenang diposting setelah cerbung ini tamat.

KKN Series
(Another Story From Village)

The Last Ceremony



Semua sudah siap-siap packing barang. Ini adalah hari terakhir dan sebelum meninggalkan desa ini, kita mengikuti upacara terakhir di kantor kecamatan. Rasanya seperti temu kangen kalau udah begini. Bisa ketemu dan ngobrol sama semua temen yang sempat terpisah selama hampir 2 bulan di desa berbeda. Saling sharing bagaimana program mereka selama KKN. Bahkan ada yang gak mau balik ke kota karena sudah terlalu enak di desa.
Upacara dimulai dan rasanya surprise disaat mau mulai tiba-tiba salah satu DPL memutar rekanman Pak Kordes disaat nyanyi di Pendopo dua minggu lalu. Beliau berkata bahwa lagu ini nantinya akan dijadikan satu lagu wajib untuk dinyanyikan anak-anak KKN di generasi berikutnya.Woow that so amazing!
Kulihat Yusuf diantara teman-teman yang lainnya. Ahem! Ketika dia terlihat balik melihatku aku langsung pura-pura melihat ke depan. Pak Camat serta para Lurah mengucapkan terima kasih juga kepada kami para tim KKN yang telah berpartisipasi dalam mengedukasi warga desa maupun membuat ramai suasana desa saat ini.
Upacara usai dan kami harus kembali ke desa. Kulihat mobil Pick Up sudah siap mengangkut barang kami semua. Aku pun juga sudah siap dengan tas ransel yang mau dibawa. Kami mengucapkan terima kasih semua terutama dengan Pak lurah dan Bu Wahyu. Aku, Zakya, Winda, Intan, dan semua cewek satu per satu memeluk Ibu Kos. Memang Ibu Kos yang paling the best lah. Rasanya air mata ini tak terbendung, tak mau lagi pulang ke kota. Ibu Kos pun juga sedih kalau kami pulang beliau sendirian lagi di rumah dan sepi. Tidak ada keramaian seperti saat ada kami disini.
“Oke siap semua ya...!!”Teriak Pak Kordes.
“Siaaap...!! Ayo Berangkat.”Balas kami semua.
Satu per satu kami melaju dengan sepeda motor ,keluar dari desa ini. Aku dengan si Supri X motor kesayanganku sesekali melihat ke arah spion. Terkadang dalam hati bertanya “Akankah aku kembali kesini lagi bernostalgia semua yang telah kita alami”

Mengutip salah satu lirik lagu Pak Kordes :
Masa KKN adalah masa yang tak akan pernah dilupakan
Ada cinta cita dan harapan semua menyatu disana

-END-
 

KKN Series : "Mereka" Tidak Sejahat yang Kalian Kira

Ini adalah cerbung dalam rangka Birthday Challange Yuki jadi silahkan dinikmati cerbungnya. Oh ya ada hadiah 2 buah buku karya Yuki buat komen terbaik ya. Pengumuman pemenang diposting setelah cerbung ini tamat.

KKN Series
(Another Story From Village)

"Mereka" Tidak Sejahat yang Kalian Kira


Malam hari...
Seperti biasa kita cerita serem lagi selama KKN. Mulai dari cerita Intan yang tiba-tiba merasa merinding kalau pas ditinggal sendirian di kos an tanpa ibu kos. Sampe cerita Farhan yang dia diceritain juga sama anak-anak desa kalau di jembatan besar penghubung dua desa itu ada penghuninya noni belanda dan meneer. Kalau pas malam katanya sih banyak yang melihat penampakan mereka. Termasuk cerita ku yang tiba-tiba mencium bau bunga saat lewat jembatan kecil menuju ke rumah Pak Lurah pas malam hari dan bersama satu tim ku.
Masih banyak lagi cerita seram lainnya yang tentunya kalau diceritakan bakalan panjang ceritanya. Buatku gak aneh juga kalau disini banyak hal serem atau penampakannya. Selama mereka gak menganggu gak masalah. Toh mereka memang ada mereka hidup dan bertempat tinggal tapi kan temenku gak bisa lihat mereka atau orang lain yang biasa aja tanpa memiliki kemampuan apapun. Jadi seharusnya gak masalah dong, paling merinding aja. Merinding akibat efek bertabrakan energi “mereka” dengan energi manusia yang kurang cocok.
Ah cerita serem terus rasanya bikin pengen ke kamar mandi. Mana udara semakin dingin. Selimut ku juga tipis. Okelah karena gak ada temen yang ke kamar mandi akhirnya ke kamar mandi sendirian.
“Mila yakin mau ke kamar mandi sendirian?”Tanya Reza.
“Iya yakin. Ya kalau ada yang mau nemenin nggak apa dah.”Kataku, santai
“Udaaah mila gak usah ditemenin, dia berani kok sendirian ke kamar mandi.”Kata Winda.
“Ah udah lah yang penting udah gak tahaaan harus ke kamar mandi.”Kataku sambil berlari kecil meninggalkan keempat temenku yang masih asik cerita di kasur.
Ada rasa yang aneh saat aku mau menuju ke kamar mandi. Langkah kaki ku semakin berat. Didepan kamar mandi samar-samar seperti ada kabut putih yang menghalangi pandanganku. Suhu udara memang dingin disini, tapi belum pernah sampai ada kabut masuk rumah dan di malam hari. Sesuatu yang diluar logika.
Kurasakan ada kehadiran salah satu dari “Mereka” tepat di depan kamar mandi. Dia membuat langkahku semakin berat. Ada yang membisiki aku : jangan ceritakan ke teman2mu. Sontak aku kaget, kenapa? Tapi dia hanya terus berpesan padaku agar jangan menceritakan soal dia maupun teman2nya ke teman2ku. Okelah aku gak akan cerita soal keberadaan mereka lagi.
Kembali dari kamar mandi kulihat teman2ku masih cerita seram entah sampai mana. Aku langsung menghentikannya meski beberapa ada yang kecewa, ada yang penasaran juga dan aku hanya menjawab : Nanti aku jelaskan kalau sudah kembali ke kota. Lalu aku meminta mereka untuk tidur saja daripada melanjutkan cerita seram itu.
Mungkin ini karena kejadian yang dulu waktu awal saat KKN dimulai. Ketika ada yang bercerita salah satu ciri-ciri mereka dan akhirnya berdoa bersama karena takut kalau diganggu makhluk itu. Kenyataannya...sebetulnya gak diganggu apapun sih. Jangankan diganggu, lihat aja gak bisa. Toh mau wujud mereka apapun selama gak mengganggu kurasa juga gak masalah.
“mereka” memilih tidak diketahui sama manusia daripada nantinya diusir dari tempat itu. Meski gak melakukan apa-apa ya. Ya begitulah “mereka” jangan langsung judge ketika diceritakan dari wujudnya seperti ini seperti itu.
 

Catatan Yuki

Its about Yuki and her life

Powered by Blogger.

New from Yuki

Hai semuanyaa...

Yuki membuka ruang khusus untuk siapa saja yang mau berinteraksi langsung melalui E-mail. Kalian boleh ngapain aja (asal jangan ngelamar Yuki lewat email yah, langsung ke rumah aja hahaha) Curhat, cerita panjang lebar, atau yang mau konsul tarot juga boleh silahkan.

Untuk yang Curhat atawa cerita panjang lebar bisa kapan aja Yuki balas

Buat yang mau konsul tarot sesuai janjian ya tidak bisa dadakan. No Free ya guys

Silahkan Yuki tunggu di : yuki.wolverine@gmail.com


Argyle Creme Template © by beKreaTief | Copyright © Catatan Yuki